
Dosen PBA UIR kembali melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) bekerjasama dengan Asosiasi Pengajar Bahasa Arab IMLA (ittihad mudarrisil Lughotil Arabiyah) Pekanbaru.
Kali ini, PkM yang telah diselenggarakan mengangkat tema ” Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Daring Untuk Guru Bahasa Arab Di Pekanbaru“.
“PkM ini dilatarbelakangi oleh Era Revolusi Industri (RI) 4.0 menuntut semua pihak untuk menyiapkan diri dan melakukan adaptasinya, tidak terkecuali dalam ranah pendidikan, dan lebih spesifiknya adalah juga ranah pengajaran bahasa Arab. Dalam dunia pendidikan pendekatan terhadap peserta didik telah mengalami perubahan, dari pedagogi ke andragogi kemudian heutagogy yang merubah paradigma pendidik, dari seorang pengajar kepada peran konsultan, atau perpindahan dari pendekatan Teacher Centered Learning (TCL) kepada pendekatan Student Centered Learning (SCL), yang artinya adalah pembelajaran yang berfokus pada peserta didik” Ujar Saproni sebagai ketua PkM.
Harif Supriady sebagai anggota PkM menambahkan “Pembelajar bahasa Arab di era RI 4.0 dengan segala karakteristiknya, perlu menanamkan satu kata kunci dalam proses pembelajaran di dalam dirinya yaitu apa yang disebut self-regulated learning (kemandirian belajar), hal ini merupakan prasyarat mutlak bagi siapapun yang akan eksis di era digitalisasi seperti era sekarang ini. Meskipun demikian, bukan berarti peran seorang pendidik tidak lagi penting, akan tetapi letak pentingnya pendidik berada pada kemampuannya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan jati diri dan mampu menganut konsep long life education (pendidikan sepanjang hayat), serta memberikan sarana dalam bentuk konten-konten pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan karakteristik peserta didik.
“Kemampuan guru-guru bahasa arab di segala jenjang pendidikan perlu terus menerus mendapatkan upaya perbaikan serta peningkatan (up-grading) apalagi di era-era seperti sekarang ini. Meskipun dalam pengamatan penulis, dengan adanya pandemi covid-19 dan semaraknya Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), telah menstimulus para guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajarannya secara daring. Meskipun demikian secara umum, masalah peningkatan dan pengembangan kapasitas guru-guru bahasa arab adalah salah satu tugas yang emban oleh IMLA selaku asosiasi pengajar bahasa Arab yang mempunyai tanggungjawab untuk melakukan upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan dan meningkatkan daya kreatifitas para pengajar bahasa Arab di Indonesia” Ujar Budi Santoso selaku sekretaris IMLA Pekanbaru.
Berangkat dari latar belakang inilah, kami bermitra dengan asosiasi pengajar bahasa arab (IMLA) Pekanbaru, melakukan sebuah Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “ Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Daring Untuk Guru Bahasa Arab di Indonesia” Ujar Doktor Pendidikan Bahasa Arab lulusan El-Neelain University Sudan.
Adapun tujuan PkM ini adalah membekali guru-guru bahasa arab di Pekanbaru dengan berbagai panduan Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Daring Untuk Guru Bahasa Arab di Pekanbaru.
Untuk para Pengajar bahasa Arab di pekanbaru, diundang untuk bisa mengunjungi alamat url berikut ini https://rasio.online/bahasaarab/ untuk memperkaya pilihan model pengajaran bahasa Arab yang ditawarkan berbasis Moodle.
MOODLE
Moodle adalah aplikasi yang memiliki banyak fitur dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Moodle sendiri merupakan singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment. Aplikasi ini dibuat untuk kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan jaringan internet melalui situs web yang dibangun khusus dan menggunakan prinsip sosial constructionist pedagogy dimana dapat membantu pengajar didalam proses pembelajaran dari segala sudut pandang, dimana tidak hanya melakukan publikasi informasi tetapi dapat menuangkan segala pemikiran yang akan dituangkan. Hal ini dapat membantu para pengajar untuk memantau bagaimana setiap partisipan didalam kelas bisa menjadi guru dan bahkan lebih baik dari para pembelajar lainnya, dimana mereka dapat saling berinteraksi antara satu sama lain bahkan dengan para pengajar itu sendiri.
Moodle tidak memaksa seorang pengajar merubah gaya mengajarnya, tetapi pengembangan aplikasi berbasis e-learning ini bisa saling mendukung, perkembangannya pun akan terus disesuaikan untuk mendukung proses pembelajaran pedagogis sebagai hal utama. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan HTML serta memanfaatkan MySQL sehingga dapat digunakan secara bebas dan merupakan bagian dari aplikasi dengan kode sumber terbuka (Open source) dibawah lisensi GNU dengan kata lain dapat dimodifikasi, didesain ulang dan sebagainya. Aplikasi ini dapat digunakan pada komputer PC/ Laptop dengan sistem operasi apapun yang dapat menjalankan PHP dan Web Server Apache serta dukungan terhadap MySQL sebagai databasenya. Disamping itu, pengajar dapat mendownloadnya secara bebas di internet tanpa adanya beban untuk membayar lisensi apapun pada aplikasinya. Moodle dikembangkan oleh seorang pengajar dan analisis teknologi informasi kebangsaan Australia yaitu Martin Dogiamas.
Diawal perkembangannya Moodle bagi seorang programmer mungkin terdengar asing mendengar istilah ini, tetapi bagi tenaga pengajar/ dosen atau guru hal ini sudah biasa, karena istilah “moodle” dalam bahasa Indonesia adalah modul yang berarti modul pembelajaran, silabus dan sebagainya dan ini menjadi sebagai kata kerja yang berarti cara pembelajaran, dengan konsep yang berbeda untuk suatu tujuan tertentu. Maka proses pembelajaran dengan metode ini dapat menumbuhkan kreativitas dan wawasan bagi peserta didik/ mahasiswa. Pembelajaran secara konvensional dilakukan melalui komunikasi terpusat. Terbukti, Hal ini tidak efektif mengingat jumlah peserta didik yang mungkin lebih banyak di dalam ruangan belajar, sehingga perhatian terhadap materi pembelajaran menjadi berkurang diakibat oleh beberapa faktor yang berasal dari peserta didik/mahasiswa itu sendiri.
Cara lainnya adalah pengajar melakukan pendekatan ke peserta, hal ini tidak akan bisa dilakukan didalam ruangan, dengan menerapkan Pembelajaran Elektronik (elearning) menjadi solusi yang terbaik, dimana peserta bisa berinteraksi langsung ke pengajar, dimanapun mereka berada tanpa ada batasan ruang dan waktu. Hal ini sejalan dengan konsep yang akan disampaikan penulis pada penelitian ini, sehingga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh semua civitas akademika (Harahap, S. H. (2015). Pemanfaatan e-learning berbasis LCMS Moodle sebagai media pembelajaran untuk mata kuliah sistem informasi akuntansi. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis, 15(1).